Kemudaha n unt uk mengerti tata cara m embaca, menulis d bahwa teori kognitif yang digunakan berupa konstruktivistik untuk mendukung kemampuan abstraksi dalam membentuk konsep huruf Braille
Anda perlu tahu juga ada dua jenis cara penulisan dalam sistem huruf Braille. Pertama, setiap huruf dari setiap kata dimunculkan dalam sistem Braille disebut uncontracted Braille. Jenis huruf ini banyak digunakan untuk memberi label benda sehari-hari. Misalnya, buku, dan bahan bacaan lainnya.
Menulis huruf braille berbeda dengan kegiatan menulis pada umumnya (huruf awas) yang menggunakan pensil atau pena dan kertas sebagai medianya. Ketika menulis huruf yang biasa digunakan oleh penyandang tunanetra ini membutuhkan beberapa alat antara lain: 1 Riglet
Menghafal huruf braille. Penting bagi anak untuk menghafal huruf braille. Dengan hafal huruf braille maka anak akan mudah ketika belajar menulis dan membaca huruf braille. Misalkan huruf a titik 1. Huruf b titik 1, 2. Huruf c titik 1, 4. Dan seterusnya sampai huruf z. Tentu saja yang dihafalkan adalah huruf kecil braille.
Tombol fungsional pada Perkins terdiri dari pengetik berjumlah 6 buah. Tombol pengetik itu mewakili setiap nomor yang digunakan dalam formasi Braille. Bagian kiri tombol mewakili angka 1, 2, 3, dan bagian kanan mewakili angka 4, 5, dan 6. Alat ini juga memiliki tombol spasi di tengah, juga tombol pengembali spasi maupun perpindahan ke bawah.
Pengucapan Huruf dan Katanya. Berbeda dengan pengucapan alfabet bahasa Inggris, cara menulis Hiragana dan Katakana dibaca sama dengan hurufnya. Tidak seperti bahasa Inggris yang huruf "E" akan dibaca seperti "i". Jadi, sebenarnya cara menulis Hiragana dan Katakana akan lebih mudah dihafalkan daripada bahasa lainnya.
Di bawah terdapat tabel hiragana beserta pelafalannya. Cara membaca tabelnya adalah dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri, sama seperti cara membaca banyak buku bahasa Jepang (termasuk komik). Di bahasa Jepang, menulis guratan-guratan dari suatu huruf dengan urutan dan arah yang benar sangatlah penting.
Cara membaca huruf braille. Huruf braille yang hingga saat ini diakui sebagai standar internasional penggunaan huruf bagi tuna netra, menggunakan kombinasi 6 titik yang timbul (2 kolom dan 3 baris). Untuk itu, salah satu solusi dalam menulis cepat, ada mesin ketik khusus braille lho. Namanya Perkins Brailler yang ditemukan pada tahun 1892.
2. Kesulitan dalam mengenal atau menulis dan membaca. Dengan hambatan ini, untuk memperoleh informasi anak penyandang tunanetra memerlukan bantuan guru yang memiliki peranan penting dalam menjelaskan huruf. Untuk anak tunanetra dikhususkan dengan huruf braille. Tulisan braille ini merupakan huruf-huruf timbul dan dibaca dengan cara meraba.
Karena itu, 6 huruf hijaiyah tersebut terpaksa diputus, lalu membentuk huruf hijaiyah lainnya. Belajar menulis huruf hijaiyah memang tidak mudah, tetapi dengan pengetahuan dasar tentu akan membantu proses untuk memahaminya. Mengutip buku Imla' Aplikatif oleh Muhammad Hafidz, S.S., M.Pd.I, berikut cara menulis huruf hijaiyah (Arab):
eEIfyrr.