DiKota Kendari ruas ini mentok di simpang tiga Masjid Raya Kota Lama. Dari sini ke pelabuhan Bajo Indah hanya sekitar 5 Km. Selain Bokori, Pulau Labengki di Lasolo juga sudah mulai menggeliat sebagai obyek wisata. Dari pelabuhan khusus wisata di Bajo Indah ke Labengki bisa ditempuh kurang lebih satu jam dengan kapal pesiar.
LOKASIDAN RUTENYA KE SANA. Curug Jagapati berada di Kampung Padarame Desa Neglasari Kecamatan Cisompet Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dari KM 0 Jalan Tol Jakarta-Cikampek jaraknya 261 km, waktu tempuh dengan mobil 5,5 jam ( fastest route, the usual traffic, nonstop). Rutenya: Masuk Tol Jakarta-Cikampek Layang (atau Jakarta-Cikampek yang biasa
detikTravelCommunity - Nama Labengki dan Sombori terkenal dengan keindahan alamnya yang perawan. Buat kamu yang mau ke sana, ini aneka surga yang bisa kamu jelajahi.Pada bulan Februari 2019 lalu, saya dan temen-teman backpacker melakukan perjalanan ke lokasi wisata memukai di Sulawesi yaitu Labengki dan Sombori.Kami berangkat pada sore hari dari Jakarta dengan transit terlebih dahulu di
perjalananke labengki diawali dari pelabuhan biru kendari naik boat. jika anda beruntung anda bisa melihat lumba-lumba di perjalanan ke labengki. di labengki tidak ada hotel fancy atau villa namun ada penginapan warga yang bisa ditempati karena disewakan. pemandangan dari teluk cinta adalah yang terbaik yang bisa disajikan oleh pulau labenki
DirekturPT Labengki Nirwana Resort, Nurachmad Umar menyebut, dengan PKS, penumpang dapat merasa nyaman adanya kepastian jaminan dari PT Jasa Raharja. "Tentu harapan kami, wisatawan bisa merasa nyaman. Apa lagi sudah ada jaminan dari Jasa Raharja," ujar Nurachmad usai penandatanganan di Kendari, Senin (4/11/2019). BACA JUGA:
SukuBajo Labengki Kecil Sebelum kembali ke penginapan di Labengki Besar, saya diajak untuk mengunjungi Labengki Kecil dan berinteraksi dengan masyarakat Bajo yang menghuni pulau ini. Menurut sejarah, Suku Bajo berasal dari Kepulauan Sulu di Filipina.
Berikutdaerah di Indonesia yang terinspirasi dari Citayam Fashion Week. 1. Malang. Kota Malang, Jawa Timur pun mengikuti fenomena yang sedang viral ini. Berbeda dengan Jakarta, Malang memiliki ajang fashion week dengan nama Kayutangan Street Style karena memiliki lokasi di Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat.
TanggalSelesai : 20 Agustus 2017 Malam menuju Jakarta (Pesawat 18:20 - 20:10) Tanggal diatas merupakan bagi kalian yg mau berangkat bersama dari Jakarta yah. kalo ada yang mau Langsung ketemu di Kendari / Bandara Haluoleo Kendari juga Silahkan. Disini Mau ShareCost dan kalo memang ada Tour & Travel yg sudah kalian Percayai. Boleh diShare juga.
Beradatak jauh dari dataran Kabupaten Konawe Utara yang hanya dipisahkan oleh Teluk Lasolo, untuk bisa sampai ke Pulau Labengki para wisatawan dapat memulai perjalana dari Desa Tinobu dengan menyewa sebuah kapal miliki nelayan.
Hadirdi bawah kasur. Hadirnya jaringan internet 4G dari Telkomsel disambut gembira oleh warga yang sebagian ekonominya tergantung dari pariwisata. Kepala Desa Labengki Djamaluddin mewakili warga menyampaikan sambutan dan terima kasih. "Sejak definitif sebagai desa di akhir 2008, kami mencari-cari jaringan dan tidak menemukan.
ZnuR. Langkah kali ini adalah menuju Labengki Sombori. Yap pulau cantik yang berada di Sulawesi ini begitu menggoda ku untuk pergi kesana. Untuk sampai ke Labengki aku harus menuju Kendari terlebih dahulu dari Jakarta. Banyak sekali pesawat dengan tujuan Kendari yang hampir semuanya transit di Makassar. Apa apa kamu tak tahu Labengki Sombori? yaudah deh aku kasih liat dulu fotonya. Laguna SomboriSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Hari Pertama Pada trip kali ini aku ikut share cost bersama backpackerjakarta dan memulai trip dari Bandara Kendari. Sekitar pukul setengah 8 pagi aku tiba di Kendari setelah drama delay di Soetta. Share cost kali ini diikuti oleh 28 orang, jumlah yang cukup banyak menurutku. Hola KendariSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Setelah semunya berkumpul kami segera menuju Dermaga Tanasa dengan menggunakan angkot tapi ternyata tak boleh ada kendaraan dari luar bandara yang boleh menjemput ke dalam dan terjadilah drama antara angkutan bandara dan angkot. Setelah drama yang cukup panjang akhirnya kami tetap harus menggunakan kendaraan bandara untuk keluar dari area bandara. Perjalanan menuju dermaga memakan waktu sekitar satu jam dengan jalan yang bagus tetapi berkelok-kelok. Siap menuju LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Setelah sampai di dermaga kami makan terlebih dahulu karena akan menempuh perjalanan sekitar 3 jam. Setelah semuanya siap kami menaiki kapal dan langsung menuju Labengki Kecil. Ombak saat perjalanan cukup tenang menurutku dengan ditemani terik matahari yang cukup membuat kulit terbakar. Taraaaa setelah perjalanan cukup panjang akhirnya kami sampai juga di Labengki. Oiya Labengki ada dua, yaitu kecil dan besar. Tempat yang kami datangi ini adalah Labengki Kecil yang terdapat penghuninya. Oiya tak ada air tawar di Labengki kecil jadi masyarakat yang tinggal disini harus mengambil dari Labengki Besar. Dermaga LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Dermaga LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Setibanya di Labengki kami langsung menuju homestay karena tak tahan lama-lama di dermaga dengan terik mentari yang sangat menyengat. Homestay kami merupakan rumah warga yang punya pemandangan langsung ke laut biru. Kami istirahat sejenak dan makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke pasir panjang. Setelah semuanya siap kami langsung berangkat menuju pasir panjang yang jaraknya sekitar 20 menit. Pasir panjang LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Pasir panjangSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Hola LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Pasirnya benar-benar panjang dengan hamparan pohon kelapa di sepanjang pantai. Aku nyobain lari sprint dari ujung ke ujung yang membuat napas tinggal setengah. Di depan pasir panjang juga ada spot snorkeling tapi aku tak mencobanya karena sibuk main drone p Senja pun tiba dan kami harus segera kembali ke Labengki Kecil tapi ternyata kapal tak dapat merapat karena air lautnya sudah surut. Kami harus berjalan untuk sampai ke kapal dengan hati-hati karena melewati terumbu karang dan banyak terdapat bulu babi. Saat akan menaiki kapal aku menginjak bulu babi. Cukup membuat nyut-nyutan karena duri-durinya banyak sekali yang menancap di kakiku. Jika masih ada durinya yang menempel cabut saja langsung dan pukul-pukul dengan sandal agar duri yang masuk ke dalam hancur. Oiya jangan lupa yang di kencingin. Eh beneran loh di kencingin karena air kencing mengandung asam amoniak yang berfungsi menguraikan racun yang tertinggal di kaki, saranku sih sebaiknya kencing sendiri p Air lautnya surutSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Hari Kedua Sebelum matahari terbit aku sudah terbangun dan bersiap untuk menikmatinya dari pantai dekat mercusuar. Ternyata terdapat awan gelap yang menutupi sehingga sang mentari tak benar-benar terlihat tapi menurutku tetap sangat indah setelah sang surya terlihat. Sunrise LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Setelah menikmati terbitnya sang mentari aku kembali ke homestay karena cacing di dalam perut sudah tak bisa diajak berdamai. Setelah sarapan kami langsung menuju Goa Allo yang berada di Sombori. Perjalanan ke Goa Allo sekitar 2 jam. Goa Allo ini langsung menghadap laut dan terdapat pantai kecil di dalamnya. Di dalam goa juga terdapat air tapi terpisah dengan air laut. Aku tak sempat turun karena kondisinya sangat gelap dan tak membawa senter. Goa AlloSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Setelah puas menikmati Goa Allo kami melanjutkan perjalanan menuju rumah nenek. Jarak menuju ke rumah nenek tak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit. Rumah nenek ini mempunyai pemandangan yang sangat indah menurutku. Oiya kamu juga bisa bertemu langsung dengan sang nenek yang sudah berusia lebih dari satu abad loh. Rumah nenek SomboriSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Rumah nenek SomboriSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Setelah puas menikmati pemandangan rumah nenek kami bersiap menuju Puncak Khayangan yang letaknya juga tak terlalu jauh hanya sekitar 15 menit. Banyak yang bilang Puncak Khayangan merupakan miniatur dari Raja Ampat tapi menurutku Puncak Khayangan punya ciri khas tersendiri dan semua tempat mempunyai ciri khas masing-masing yang tak bisa disamakan. Untuk menuju Puncak Khayangan kami harus mendaki sekitar 5-10 menit terlebih dahulu, saranku sih pake sapatu karena batunya cukup tajam dan jalurnya cukup terjal. Semua akan terbayarkan ketika sampai dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata dan pikiran. Puncak Khayangan SomboriSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Oiya sebenarnya menuju Puncak Khayangan ada dua jalur tetapi jalur yang satu lagi masih tahap pembangunan yang berupa tangga. Aku sempat turun melewati jalur tersebut dan ternyata ada pantai yang indah disana. Jalur lainnya menuju puncak khayanganSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Waktu yang kami punya tak terlalu panjang jadi harus segera bergegas untuk snorkeling. Tempatnya tak terlalu jauh dari Puncak Khayangan. Kami snorkeling tepat di dekat laguna yang pemandangannya sungguh indah sekali walaupun karangnya banyak yang mati. Snorkeling di SomboriSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Spot snorkelingSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Memanjakan mata benget dehSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Resort SomboriSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Karena waktu yang semakin sore kami harus segera bergegas untuk kembali karena ombak yang semakin tinggi. Di perjalanan pulang aku melihat segerombolan lumba-lumba, oh sungguh pemandangan yang sangat indah. Setelah sampai di dermaga aku tak langsung kembali ke homestay karena aku melihat anak-anak Labengki yang sedang bermain tak jauh dari dermaga, aku pun langsung bergabung untuk menikmati Labengki bersama anak-anak. Anak anak LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Main bareng anak-anak LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Nyobain kayak anak LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Sang mentari pun mulai meninggalkan bumi bagian Labengki yang menandakan aku harus kembali ke homestay dan anak-anak pun juga harus kembali ke rumah. Ah terlalu singkat rasanya bermain bersama anak-anak yang tak mempunyai beban sama sekali, terlihat sangat bahagia yang natural tanpa dibuat-buat. Hari Ketiga Ini merupakan hari terakhir di Labengki dan kami mempunyai dua tempat lagi untuk dikunjungi. Pagi hari sekitar pukul setengah 8 kami berangkat menuju Laguna Mahumalalang yak tak terlalu jauh jaraknya, hanya sekitar 30 menit. Perjalanan Laguna MahumalalangSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Untuk bisa bisa melihat ke laguna kami harus melewati bebatuan karst yang cukup tajam terlebih dahulu tapi tenang saja tak lama kok, tak sampai 3 menit aku sudah bisa sampai dan melihat lagunanya. Oiya tapi hati-hati ya karena karstnya cukup tajam dan curam. Karst Laguna MahumalalangSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Ekspresi bahagia menikmati Laguna MahumalalangSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Ekspresi enak-enak gimana gitu kena batu pSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Laguna MahumalalangSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Karena waktu yang kami punya sangat terbatas jadi tak bisa berlama-lama di laguna. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Teluk Cinta. Jaraknya tak terlalu jauh hanya sekitar 30 menit. Teluk Cinta ini bentuknya sangat indah karena menyerupai bentuk love. Untuk sampai ke puncaknya kami harus menaiki anak tangga terlebih dahulu tapi tenang tak sampai 5 menit sudah bisa sampai di puncaknya terhampar pemandangan beberapa pulau kecil dengan batuan karst yang sangat memanjakan mata dan di sisi satunya lagi terlihat laguna love yang sangat indah. Oiya disini ada flying fox yang panjangnya sekitar 400 meter melewati laguna cinta loh tapi sayang aku tak sempat manaikinya karena waktu yang sangat terbatas di hari terakhir. Pemandangan dari atas bukit cintaSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Hola Teluk CintaSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Teluk cinta LabengkiSumber dokumentasi trip Lebengki Sombori Setelah memanjakan mata dengan pemandangan Teluk Cinta kami bergegas kembali ke homestay karena harus menuju Kendari pada siang hari. Makan siang dan packing harus cepat dilakukan agar waktu tak semakin sore karena semakin sore ombak akan semakin besar. Tepat jam 1 siang kami berangkat menuju Dermaga Tanasa di Kendari. Saat perjalanan pulang kami dihantam ombak cukup tinggi yang membuat kapal bergoyang keras. Aku yang duduk di depan basah kuyup dihantam cipratan ombak, rasanya seperti habis snorkeling deh p Akhirnya setelah 3 jam perjalanan kami sampai juga dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Bandara. Eits tapi sebelum ke bandara kami menuju tempat oleh-oleh terlebih dahulu yang jaraknya tak terlalu jauh dari Bandara. Nah itulah perjalananku di Labengki Sombori. Oiya Jangan buang sampah sembarangan ya apalagi ke laut! semoga perjalananmu ke Labengki Sombori menyenangkan! Hits 1484
Jakarta - Pulau Labengki di Sulawesi Tenggara sangat indah. Traveler harus datang ke sini setidaknya sekali seumur di Sulawesi Tenggara dapat dicapai dari Kota Kendari dengan perpaduan jalan darat dan laut. Pulau Labengki mempunyai banyak daya tarik keindahan alam sepertinya jernihnya air laut, indahnya pasir putih, gugusan karst tajam yang memantang untuk didaki, serta ramahnya penduduk lokal Labengki, yaitu suku destinasi yang membuat penasaran untuk segera dikunjungi adalah Danau Mahumalalang atau dikenal juga dengan Blue Lagoon atau Green Lagoon. Danau itu merupakan salah satu laguna terindah di Indonesia namun untuk mencapai tempat ini traveler harus berhati-hati karena jalurnya mendaki dengan batu karang yang amat berhasil mendaki batu karang maka kita akan dihadapkan dengan pemandangan yang menakjubkan mata. Sebuah laguna indah dengan air yang berwarna toska ditambah gugusan batu karang yang menjulang tinggi adalah pesona yang luar biasa. Puas menikmati Danau Mahumalalang kita bisa beralih menikmati indahnya Teluk Cinta dan Kimaboe yang membuat Teluk Cinta dan Kimaboe Hills harus dikunjungi? Kedua tempat ini merupakan ikon dari Labengki yang dikenal dengan View Raja puncak tempat ini kita harus mendaki puluhan anak tangga yang tentunya disusun dari batuan alami. Setelah sampai puncak, view yang ada di hadapan mata amat menakjubkan. Dari atas Puncak di sebelah kanan kita dihadapkan dengan view cantik Teluk Cinta yang menyerupai bentuk hati dan ini membuat kita ingin segera mengabadikanya. Belum lagi di sebelah kiri pemandangan karang yang berpadu dengan birunya air laut mampu mengingatkan kita dengan view Raja dengan view menakjubkan dengan karang yang menjulang kita bisa segera menyusuri pantai pasir panjang atau dikenal juga pantai pasir putih yang tentunya banyak terdapat pohon kelapa yang berjajar sini kita bisa melanjutkan perjalanan menuju Gua Tobelo. Menikmati indahnya Gua Tobelo sangat bergantung dengan kondisi pasang surutnya air laut. Jalan masuk menuju gua ini hanya dapat ditemui ketika air laut sedang surut dan mulut gua akan terlihat di pinggir gua ini membuat traveler harus semakin menunduk dan ketika kita sampai di ujung gua sebuah pemandangan indah laur biasa alaminya menyambut kita. Sebuah danau berair hijau toska dikelilingi hutan alami dan kicauan burung serta ikan-ikan yang berenang di air yang jernih membuat diri ini amat merasakan kedamaian jiwa. Bersyukur kami dapat tiba di tempat kita nikmati Pulau Labengki dengan segala keindahannya yang masih sangat alami. Kita jaga dan pelihara bumi Indonesia yang penuh pesona dan jangan lupa untuk tidak meninggalkan sampah ya. Selamat berlibur.===Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Graece Tanus dan sudah tayang di d'Travelers Stories. Simak Video "Dataran yang Terangkat, Kisah Puncak Khayangan Wakatobi " [GambasVideo 20detik] sym/sym
LABENGKI, – Apa yang Anda lakukan ketika berwisata dan mendapati keindahan alam yang memukau? Kebanyakan dari wisawatan akan memfoto, membuat video dan kemudian membagikannya kepada teman-teman di media sosial. Karena itu, keandalan jaringan internet di tempat-tempat wisata menjadi prasyarat yang harus dimiliki untuk pengembangan kawasan wisata. Koneksi internet yang andal menjadi tuntutan wisatawan, khususnya di era semua orang terhubung karena media sosial. Menyadari hal ini, Telkomsel terpanggil untuk berkontribusi bagi pengembangan ekonomi pariwisata di Pulau Labengki yang ada di Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Di pulau yang indah dan belum banyak terjamah ini, Telkomsel hadir dengan layanan internet 4G yang bisa diandalkan.“Ini bagian dari komitmen Telkomsel, membangun jaringan di daerah-daerah yang secara bisnis Telkomsel tidak menguntungkan. Kami berharap, ini akan menjadi trigger ekonomi khususnya pariwisata di Labengki dan membawa keuntungan pada akhirnya,” ujar Presiden Direktur Telkomsel Ririek Ardiansyah di Lebangki, Kamis 28/3/2019. Baca juga Palapa Ring Rampung, Tak Semua Titik Bisa Akses Internet Berkecepatan Tinggi Apa yang disebut Ririek sebagai komitmen itu diwujudkan dengan pembangunan BTS Base Transciever Station yang diberi nama BTS Merah Putih di Pulau Labengki Kecil. Pembangunan BTS Merah Putih ini merupakan bagian dari CSR Corporate Social Responsibility Telkomsel bersama Sepakat Serikat Pekerja Telkomesel. Tower kecil yang sudah berdiri dan dinikmati layanannya akan digantikan tower BTS yang lebih besar dengan jangkauan lebih baik lagi.“Speed internet di Labengki tidak akan kalah dari Jakarta. Tidak hanya untuk telepon, tetapi juga internet guna menunjang ekonomi wisata di kawasan ini,” ujar Ririek. NUGROHO Kawasan wisata di Pulau Labengki Hadir di bawah kasur Hadirnya jaringan internet 4G dari Telkomsel disambut gembira oleh warga yang sebagian ekonominya tergantung dari pariwisata. Kepala Desa Labengki Djamaluddin mewakili warga menyampaikan sambutan dan terima kasih. “Sejak definitif sebagai desa di akhir 2008, kami mencari-cari jaringan dan tidak menemukan. Hari ini, dengan hadirnya Telkomsel, di tempat tidur, di bawah kasur kami bertemu jaringan. Desa-desa tetangga ikut merasakan. Sangat membahagiakan,” ujar Djamaluddin. Saat Ririek dan rombongan dari Telkomsel datang, seluruh warga desa keluar rumah. Mereka mulai menyambut sejak kapal yang ditumpangi Ririek sandar. Anak-anak berlarian dengan wajah-wajah penuh kegembiraan mengiringi langkah yang disertai tetabuhan.